Menu Close

Sejarah Musik Jepang & Ciri Musik Jepang

Sekarang ini kita akan membahas mengenai sejarah musik Jepang. Musik yang ada di Jepang sama seperti musik yang ada di negara-negara lain nya ada musik tradisional dan juga musik modern nya. Dari segi fashion dalam bermusik, musik Jepang memang sangat mempengaruhi anak-anak muda yang ada di belahan bumi lainnya. Seperti yang kita kenal ada J Rock dan juga ada J Pop, mungkin saat ini kebanyakan orang Indonesia yang mengenal JKT48 yang diadaptasi langsung dari idol grup dari Jepang yaitu AKB48. Langsung saja kita akan membahas mengenai sejarah musik Jepang dan beberapa ciri khas dari musik Jepang. Berikut diantaranya.

 

Sejarah Musik Jepang

Sejarah musik Jepang kita awali dengan musik di Jepang disebut dengan ONGAKU, yang bisa berarti suara yang menyenangkan. Dalam sejarah musik Jepang, Jepang merupakan pasar musik terbesar kedua dunia setelah amerika serikat. Kita lanjut, sejarah musik Jepang tradisional yang paling tua adalah SHOMYO dan GAGAKU. Gagaku merupakan jenis musik klasik yang dimainkan pada pengadilan imperial sejak periode Heian, Kagura, Azuma Asobi dan Yamatoya. Sejarah musik Jepang berlanjut The Biwa atau suatu bentuk tangkas bola kecapi berleher pendek dan dimainkan oleh sekelompok penyanyi keliling yang digunakan untuk mengiringi cerita. Selain itu, ada juga kelompok-kelompok musisi buta keliling yang dibentuk, khususnya di daerah Kyushu. Musisi ini dikenal dengan Moso atau biksu buta. Mereka berkeliling dan melakukan berbagai ceramah agama.

Gagaku - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
sejarah musik Jepang tradisional GAGAKU

Sejarah musik Jepang berlanjut ke TAIKO, taiko merupakan drumnya orang Jepang. Musik taiko dimainkan dengan drum besar, di masa lalu taiko digunakan selama pertempuran untuk mengintimidasi musuh dan perintah untuk berkomunikasi. Kemudian taiko digunakan dalam musik religius Buddhisme dan Shinto. Di tahun 1970-an, pemerintah Jepang mengalokasikan dana untuk melestarikan kebudayaan Jepang, sehingga kemudian banyak terbentuk kelompok masyarakat taiko. Taiko kemudian menyebar ke seluruh dunia, terutama Amerika Serikat.

Sejarah musik Jepang berlanjut ke lagu-lagu rakyat Jepang yang disebut dengan MIN’YO. Min’yo dapat dikelompokkan dan diklasifikasikan dalam banyak cara namun dengan dengan empat kategori pemikiran utama, yaitu lagu pekerjaaan, lagu keagamaan (seperti sato kagura, sebuah bentuk musik Shintoist), lagu yang digunakan untuk pertemuan seperti pernikahan, pemakaman dan festival, dan juga lagu anak-anak (warabe uta). Dalam min’yo, penyanyi biasanya disertai dengan kecapi tiga senar atau dikenal dengan Shamisen, taiko drum, dan seruling bambu yang disebut dengan Shakuhachi. Instrumen lainnya yang dapat mengiringi min’yo juga ada seruling melintang yang dikenal dengan Shinobue, sebuah lonceng yang dikenal dengan Kane, dan instrumen utama adalah Sanshin, dan semua instrumen tersebut adalah instrumen tradisional. Namun, instrumen modern seperti gitar listrik dan synthesizers juga digunakan dapat digunakan untuk mengiringi min’yo.

Kita lanjutkan sejarah musik Jepang, emui, lagu-lagu religi, shima uta dan lain-lain sangat populer dalam sejarah musik Jepang. Dalam sejarah musik Jepang ada satu lagi musik tradisional Jepang, yaitu musik rakyat Okinawan. Pada awalnya musik rakyat ini sering disertai oleh Sanshin sedangkan di daratan Jepang Shamisen menyertai sebagai gantinya. Instrumen lainnya termasuk Okinawan Sanba, taiko dan yubi-bue.

 

Sejarah Musik Jepang Modern

Itu dia tadi sejarah musik jepang tradisional, dan sekarang kita bahas sejarah musik jepang era modern. Dimulai saat Restorasi Meiji diperkenalkan oleh musik barat, seorang birokrat bernama Izawa Shuji menggabungkan lagu seperti “Auld Lang Syne” dengan melodi pentatonik khas musik barat. Dan langsung menjadi populer di jepang. dua bentuk musik yang dikembangkan selama periode ini adalah Shoka dan Gunka. Disaat jepang menuju pergerakan demokrasi pada akhir abad ke-19, para pemimpin menyewa beberapa penyanyi untuk menyampaikan pesan mereka, karena saat itu para pemimpin biasanya dilarang berbicara di depan umum. Dan ini menjadikan para penyanyi jalanan yang disebut dengan Enka-shi menjadi populer. Dua pionirnya adalah Yoshida Naramatu dan Tochuken Kumoemon.

Mari mengenal Enka Joshi, Enka Idol Grup Dari Jepang | GwiGwi

Sejarah musik jepang berlanjut ke musik pop jepang yang kebarat-baratan dan disebut dengan Kayokyoku. Lagu “Kachusha no Uta” yang disusun oleh Shinpei Nakayama dan dinyanyikan oleh Sumako Matsui di tahun 1914, menjadi hit di kalangan enka-shi, dan merupakan salah satu bentuk rekaman pertama terlaris di jepang. kayokyoku menjadi nama yang besar, terutama setelah munculnya Misora Hibari di tahun 1950, musik tango dan musik latin lainnya, terutama musik kuba menjadi sangat populer di jepang saat itu. Sehingga munculah musik khas tango jepang yang disebut dengan Dodompa. Dan musik barat yang digabungkan dengan musik pop jepang sering disebut dengan Jpop. Dan dari situ sejarah musik jepang pun berkembang menjadi berbagai jenis musik. Dan mungkin salah satu yang populer adalah Jrock.

 

Ciri-ciri Musik Jepang

  • Menggunakan banyak instrumen yang disusun rapi
  • Irama musik yang jarang
  • Akord yang tidak teratur
  • Aliran musik jepang mencerminkan perasaan alami
  • Tempo biasanya mulai keluar sangat lambat dan akan lebih cepat, kembali lagi menjadi lambat, dan berakhir berlarut-larut
  • musik tradisional Jepang dipengaruhi oleh musik Cina karena beberapa alat musik yang digunakan di dalamnya berasal dari Cina.

 

Berbagai Aliran Musik Rock Jepang

Musik rock Jepang terdiri dari berbagai macam genre sama seperti musik rock Barat. Mulai dari soft rock, old rock and roll, hingga heavy metal. Selain lirik berbahasa Jepang, terkadang band rock Jepang juga menambahkan sedikit lirik bahasa Inggris dalam lagu mereka. Namun, ada juga band yang memang menggunakan lirik berbahasa Inggris dengan tujuan menarik pasar musik Internasional.

Pesona Musik Rock Jepang: Mulai dari X JAPAN Hingga MAN WITH A MISSION | MATCHA - SITUS WISATA JEPANG

Musik Jepang lebih menekankan pada sensitivitas dan keunikan daripada hanya menyampaikan musiknya melalui kata-kata. Oleh karena itu, kebanyakan pecinta band Jepang yang tidak paham bahasa Jepang pun tetap bisa menikmati sebuah karya melalui musik, seperti irama, melodi, dan lainnya tanpa harus memahami lirik lagunya. Kecintaan terhadap musik Jepang inilah yang menarik para penggemarnya untuk belajar bahasa Jepang.

Musik rock Jepang sendiri memiliki pengaruh besar kepada genre-genre kebudayaan Jepang lainnya. Bahkan muncul serial manga yang terinspirasi oleh dunia musik Jepang. Salah satunya yang terkenal adalah manga berjudul “NANA”. Selain itu, ada juga serial anime pendek yang sangat populer di Jerman pada tahun 90-an, yaitu “Aishite Nights” atau lebih dikenal dengan “Rock ‘n Roll Kids” di luar negeri.

 

Band Rock Legendaris Jepang

X Japan Indonesia on Twitter: "X / 1988 - Vanishing Vision Released, BURN everything OUT #X #Xjapan #Indies #VanishingVision #WeAreX… "

Ketika berbicara tentang musik rock Jepang Anda tidak bisa mengabaikan band legendaris yang satu ini, yaitu X JAPAN. Pemain drum dan pianis band yang sekaligus menjadi leader X JAPAN, yaitu YOSHIKI sangat terkenal di seluruh dunia. Bahkan YOSHIKI lebih sering melakukan aktivitas bermusiknya di Amerika. X JAPAN menjadi cikal bakal visual kei menyebar ke seluruh dunia. YOSHIKI mendirikan label rekaman sendiri, yaitu Extasy Records ketika tidak ada satupun label rekaman yang mau menandatangani kontrak dengan X JAPAN. Label rekaman ini juga memproduseri band-band lain yang terkenal saat ini, seperti LUNA SEA. Gaya musik X JAPAN agresif dan memiliki tempo lagu yang sangat cepat. Piano yang dimainkan oleh YOSHIKI memiliki peran penting untuk membuat musik X JAPAN terdengar unik dan berciri khas.